Market Analysis

Cara Mencari Saham Undervalue di BEI

Monetix IDX Research·13 August 20269 min read
Cara Mencari Saham Undervalue di BEI

Panduan cara mencari saham undervalue di BEI: memahami arti undervalue, membedakannya dari value trap, dan langkah praktis mengidentifikasi saham murah yang benar-benar berkualitas.

Membeli saham berkualitas dengan harga di bawah nilai wajarnya adalah salah satu prinsip investasi paling klasik dan paling menggoda. Namun mencari saham undervalue di BEI tidak sesederhana memilih saham dengan PER terendah. Banyak saham yang terlihat murah ternyata murah karena alasan yang tepat, dan justru menjebak investor yang hanya melihat angka valuasi.

Artikel ini membahas cara mencari saham undervalue di BEI secara sistematis: apa arti undervalue sebenarnya, bagaimana membedakannya dari sekadar murah atau value trap, serta langkah praktis untuk mengidentifikasinya.

Apa Itu Saham Undervalue?

Saham undervalue adalah saham yang harga pasarnya berada di bawah nilai wajar (intrinsik) perusahaannya. Dengan kata lain, pasar sedang menghargainya lebih rendah daripada yang seharusnya berdasarkan fundamental bisnisnya.

Perhatikan bahwa "undervalue" berbeda dari "murah secara nominal". Saham seharga Rp 200 belum tentu lebih murah daripada saham Rp 5.000. Yang menentukan bukan harga nominalnya, melainkan harga relatif terhadap laba, ekuitas, dan prospek perusahaannya.

Undervalue, Murah, dan Value Trap

Ini adalah pembeda paling penting yang sering diabaikan investor pemula:

  • Undervalue: harga rendah relatif terhadap perusahaan yang sehat dan berprospek. Ini yang Anda cari.

  • Murah biasa: harga rendah tanpa keunggulan khusus, sekadar tidak mahal.

  • Value trap: harga rendah yang mencerminkan masalah nyata (laba menurun struktural, industri yang meredup, tata kelola bermasalah). Terlihat murah, tetapi bisa terus turun.

Tujuan mencari saham undervalue adalah menemukan kelompok pertama sambil menghindari kelompok ketiga. Karena itu, valuasi rendah saja tidak pernah cukup; ia harus dipasangkan dengan bukti kualitas.

Langkah Mencari Saham Undervalue

Berikut kerangka praktis yang bisa Anda ikuti secara berurutan.

1. Saring valuasi terlebih dahulu

Mulailah dengan screening untuk mempersempit universe ke saham dengan valuasi relatif rendah, misalnya PER, PBV, atau EV/EBITDA di bawah rata-rata industrinya. Ini menghasilkan daftar kandidat awal. Cara melakukannya dibahas di panduan cara screening saham.

2. Pastikan kualitasnya

Dari daftar kandidat, saring yang benar-benar berkualitas. Perhatikan ROE yang sehat, margin yang stabil, dan pertumbuhan yang masih ada. Tujuannya memastikan saham itu murah bukan karena bisnisnya sedang hancur. Rasio-rasio kunci untuk tahap ini dibahas di artikel rasio keuangan saham.

3. Periksa kesehatan keuangan

Cek tingkat utang (DER) dan kualitas arus kas. Perusahaan dengan neraca kuat dan arus kas operasi positif jauh lebih mungkin bertahan dan pulih dibanding yang rapuh secara finansial. Untuk ini, kemampuan membaca laporan keuangan sangat membantu.

4. Bandingkan dengan sejarah dan industri

Valuasi hanya bermakna dalam konteks. Bandingkan valuasi saat ini dengan sejarahnya sendiri (apakah lebih murah dari biasanya) dan dengan rata-rata industrinya (apakah lebih murah dari pesaing yang setara).

5. Cari alasan pasar salah harga

Jika sebuah saham benar-benar undervalue, tanyakan mengapa. Apakah karena sentimen sesaat, salah paham pasar, atau memang ada masalah fundamental? Undervalue yang menarik biasanya punya alasan sementara, bukan permanen.

6. Perhatikan konteks pasar dan sektor

Saham undervalue di sektor yang sedang ditinggalkan bisa tetap tertekan lama. Perhatikan rotasi sektor saham dan aliran dana asing melalui cara membaca foreign flow untuk menilai apakah lingkungan mendukung.

7. Pertimbangkan timing

Undervalue menjawab "saham apa", bukan "kapan". Konfirmasi teknikal bisa membantu menentukan titik masuk yang lebih baik. Perbedaan pendekatan ini dibahas di artikel analisa fundamental vs teknikal.

Waspadai Value Trap

Beberapa tanda yang sering menyertai value trap:

  • Laba menurun secara struktural, bukan sekadar satu kuartal lemah.

  • Industri yang sedang meredup atau menghadapi disrupsi jangka panjang.

  • Utang tinggi yang membebani perusahaan saat kondisi memburuk.

  • Tata kelola atau transparansi yang buruk.

Jika valuasi murah datang bersama tanda-tanda ini, kemungkinan besar itu value trap, bukan peluang.

Kesalahan Umum

  • Hanya melihat PER terendah. Valuasi rendah tanpa kualitas sering menjadi jebakan.

  • Mengabaikan alasan di balik harga murah. Selalu tanyakan mengapa pasar menghargainya rendah.

  • Melupakan konteks sektor dan pasar. Saham bagus pun bisa tertahan jika lingkungannya tidak mendukung.

  • Tidak sabar. Nilai wajar bisa butuh waktu lama untuk terwujud. Manajemen risiko dan kesabaran tetap penting.

Mencari Saham Undervalue Lebih Cepat dengan Monetix IDX

Menjalankan seluruh langkah ini secara manual, dari menyaring valuasi hingga mengonfirmasi kualitas dan membandingkannya dengan industri, jelas menyita waktu. Monetix IDX mempercepatnya dalam dua tahap. Fundamental Screener membantu Anda menyaring saham dengan valuasi relatif rendah dari seluruh universe IDX, lalu Financial Valuation membantu memastikan kualitasnya dengan menyajikan metrik-metrik kunci yang sudah dibandingkan terhadap sejarah tiga tahun dan rata-rata industrinya. Kombinasi keduanya membantu memisahkan saham yang benar-benar undervalue dari sekadar murah.

Kedua fitur tersedia di paket Pro, dan bisa Anda coba lewat uji coba gratis 7 hari. Mulai uji coba gratis 7 hari.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Apa itu saham undervalue? Saham undervalue adalah saham yang harga pasarnya berada di bawah nilai wajar perusahaannya berdasarkan fundamental, sehingga berpotensi memberi imbal hasil ketika pasar mengoreksi penilaiannya.

Apakah PER rendah berarti saham undervalue? Tidak selalu. PER rendah bisa menandakan undervalue, tetapi bisa juga mencerminkan masalah nyata (value trap). Valuasi rendah harus dipasangkan dengan bukti kualitas dan kesehatan keuangan.

Apa itu value trap? Value trap adalah saham yang terlihat murah tetapi murah karena alasan fundamental yang nyata, seperti laba yang menurun struktural atau industri yang meredup, sehingga harganya bisa terus turun.

Berapa lama saham undervalue butuh waktu untuk naik? Tidak ada kepastian. Nilai wajar bisa terwujud cepat atau butuh waktu lama, tergantung katalis dan sentimen pasar. Karena itu kesabaran dan manajemen risiko tetap penting.

Penutup

Cara mencari saham undervalue di BEI yang efektif bukan soal memburu angka valuasi terendah, melainkan soal menemukan perusahaan berkualitas yang kebetulan sedang dihargai murah oleh pasar, sambil menghindari jebakan saham yang murah karena alasan yang tepat. Saring valuasinya, pastikan kualitasnya, periksa kesehatannya, baca konteksnya, lalu bersabar. Dengan proses yang disiplin, "murah" berhenti menjadi umpan dan mulai menjadi peluang yang terukur.


Trading dan investasi mengandung risiko. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Monetix menyediakan data dan wawasan untuk tujuan edukasi. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda.

Share
Written by
Monetix IDX Research
Research & Data, Monetix IDX

The Monetix IDX research and data team, writing about the Indonesian stock market and the scoring behind the platform.

Trading involves risk. Past performance does not guarantee future results. Monetix provides data and insights for educational purposes only. Any investment decisions you make are solely your own responsibility.