Bursa Efek Indonesia mencatat lebih dari 800 emiten. Menganalisa satu per satu jelas mustahil, apalagi setiap hari. Di sinilah screening saham menjadi keterampilan yang wajib dimiliki investor: alih-alih menebak, Anda menyaring ratusan saham menjadi segelintir kandidat yang benar-benar layak dianalisa lebih dalam.
Panduan ini membahas cara screening saham di BEI secara praktis: apa itu screening, kriteria apa saja yang penting, contoh strategi yang bisa langsung Anda tiru, serta cara mengubah hasil screening menjadi keputusan investasi yang matang.
Apa Itu Screening Saham?
Screening saham adalah proses menyaring seluruh universe saham menggunakan sekumpulan kriteria tertentu, sehingga tersisa daftar kandidat yang memenuhi syarat Anda. Kriterianya bisa berupa rasio valuasi, ukuran profitabilitas, pertumbuhan, kesehatan keuangan, dividen, atau sinyal teknikal.
Analoginya seperti filter pencarian: dari 800 saham, Anda mungkin hanya ingin melihat yang PER-nya di bawah rata-rata industri, ROE-nya tinggi, dan utangnya terkendali. Screening melakukan penyaringan itu dalam hitungan detik.
Mengapa Screening Penting
Ada tiga alasan utama screening layak menjadi bagian rutin dari proses Anda:
Efisiensi. Screening menghemat waktu berjam-jam dengan langsung mempersempit fokus ke saham yang relevan.
Objektivitas. Dengan kriteria yang jelas, keputusan Anda lebih terukur dan tidak mudah terbawa rumor atau FOMO.
Konsistensi. Anda bisa menerapkan standar yang sama setiap kali, sehingga proses lebih disiplin dan mudah dievaluasi.
Kriteria Screening yang Penting
Kriteria screening umumnya dikelompokkan ke beberapa kategori. Berikut yang paling sering dipakai:
Valuasi
Menilai apakah harga saham wajar dibanding kinerjanya. Contoh: PER (Price to Earnings), PBV (Price to Book Value), dan EV/EBITDA. Berguna untuk mencari saham yang relatif murah. Untuk memahami rasio-rasio ini lebih dalam, lihat pembahasan rasio keuangan saham.
Profitabilitas dan Kualitas
Mengukur seberapa baik perusahaan menghasilkan laba. Contoh: ROE (Return on Equity) dan NPM (Net Profit Margin). Perusahaan dengan profitabilitas tinggi yang konsisten umumnya lebih berkualitas.
Pertumbuhan
Mengukur laju pertumbuhan bisnis. Contoh: pertumbuhan pendapatan (revenue growth) dan pertumbuhan laba (earnings growth). Cocok bagi Anda yang mencari saham dengan momentum bisnis yang menguat.
Kesehatan Keuangan
Menilai kekuatan neraca dan risiko utang. Contoh: DER (Debt to Equity) dan Current Ratio. Kriteria ini membantu menghindari perusahaan yang rapuh secara finansial.
Dividen
Bagi investor yang mengejar pendapatan pasif. Contoh: dividend yield dan konsistensi pembayaran dividen. Kami membahasnya lebih lanjut di artikel tentang saham dividen.
Teknikal
Bagi yang memperhatikan timing: tren harga, momentum, dan volume. Berguna untuk mempersempit ke saham yang tidak hanya bagus secara fundamental, tetapi juga sedang bergerak positif.
Contoh Strategi Screening
Kriteria akan lebih bertenaga jika dikombinasikan sesuai tujuan. Berikut beberapa contoh sederhana:
Screening value (mencari saham murah berkualitas):
PER di bawah rata-rata industri
PBV relatif rendah
ROE tinggi
DER terkendali
Screening growth (mencari saham bertumbuh):
Pertumbuhan pendapatan positif dan konsisten
Pertumbuhan laba positif
Margin yang stabil atau membaik
Screening dividen (mencari pendapatan pasif):
Dividend yield di atas rata-rata pasar
Riwayat pembayaran dividen yang konsisten
Kesehatan keuangan yang memadai untuk menopang dividen
Anda bisa memperketat atau melonggarkan kriteria sesuai selera risiko. Yang penting, setiap kriteria punya alasan, bukan sekadar ditambahkan.
Kesalahan Umum Saat Screening
Kriteria terlalu ketat. Jika hasil screening selalu kosong, kemungkinan syarat Anda terlalu kaku. Longgarkan sedikit agar tetap mendapat kandidat.
Kriteria terlalu longgar. Sebaliknya, jika hasilnya ratusan saham, screening kehilangan gunanya. Pertajam kriterianya.
Menganggap hasil screening sebagai keputusan akhir. Screening hanya menyaring kandidat, bukan memberi rekomendasi beli. Setiap kandidat tetap perlu dianalisa lebih dalam.
Mengabaikan konteks pasar. Saham yang lolos screening pun bisa tertekan jika sektornya lemah atau dana asing sedang keluar.
Dari Hasil Screening ke Keputusan
Screening adalah langkah awal, bukan garis akhir. Setelah mendapat daftar kandidat, proses lanjutannya kira-kira seperti ini:
Analisa lebih dalam setiap kandidat secara fundamental untuk memastikan kualitasnya.
Periksa konteks sektor dan aliran dana asing. Panduan cara membaca foreign flow bisa membantu di sini.
Konfirmasi timing secara teknikal sebelum masuk. Lihat perbedaan pendekatan di artikel analisa fundamental vs teknikal.
Tetapkan manajemen risiko sebelum eksekusi.
Dengan alur ini, screening menjadi pintu masuk yang efisien menuju analisa yang lebih matang.
Screening Lebih Cepat dengan Monetix IDX
Menyusun screening yang menggabungkan puluhan kriteria fundamental dan teknikal secara manual jelas rumit. Fundamental Screener di Monetix IDX memungkinkan Anda menyaring seluruh universe saham IDX berdasarkan lebih dari 20 kriteria, mulai dari valuasi, profitabilitas, pertumbuhan, hingga kesehatan keuangan, dengan sejumlah template siap pakai untuk pendekatan value, teknikal, dan dividen sehingga Anda tidak perlu membangun setiap filter dari nol.
Fundamental Screener tersedia di paket Pro. Anda bisa mencobanya lebih dulu lewat uji coba gratis 7 hari untuk melihat sendiri seberapa cepat proses menyaring 800+ saham menjadi segelintir kandidat. Mulai uji coba gratis 7 hari.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Apa itu screening saham? Screening saham adalah proses menyaring seluruh saham di bursa menggunakan kriteria tertentu, seperti rasio valuasi, profitabilitas, atau pertumbuhan, agar tersisa daftar kandidat yang layak dianalisa lebih dalam.
Kriteria apa yang paling penting untuk screening? Bergantung pada tujuan Anda. Untuk mencari saham murah berkualitas, valuasi (PER, PBV), profitabilitas (ROE), dan kesehatan keuangan (DER) adalah titik awal yang umum. Untuk pendapatan pasif, dividend yield lebih relevan.
Apakah hasil screening bisa langsung dibeli? Sebaiknya tidak. Screening hanya menyaring kandidat. Setiap saham yang lolos tetap perlu dianalisa lebih dalam dan dipertimbangkan dari sisi timing serta manajemen risiko.
Berapa banyak kriteria yang ideal dalam satu screening? Tidak ada angka pasti. Yang penting setiap kriteria punya alasan yang jelas. Terlalu sedikit membuat hasil terlalu luas, terlalu banyak membuat hasil sering kosong.
Penutup
Cara screening saham yang efektif bukan soal menemukan filter ajaib, melainkan soal menyaring ratusan emiten menjadi kandidat yang relevan secara efisien, objektif, dan konsisten. Anggap screening sebagai pintu masuk: ia mempersempit fokus Anda, lalu analisa mendalam dan disiplin manajemen risiko yang menentukan hasil akhirnya. Dengan proses yang rapi, universe 800+ saham IDX berhenti terasa menakutkan dan mulai terasa bisa dikelola.
Trading dan investasi mengandung risiko. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Monetix menyediakan data dan wawasan untuk tujuan edukasi. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda.



